
Sebuah survei yang dilakukan AIA Vitality menunjukkan warga Malaysia bekerja rata-rata 15 jam lebih lama ketimbang seharusnya dalam sepekan. Bahkan jumlahnya melebihi jam kerja orang Singapura, Hong Kong dan Australia.
Agen Domino - AIA Vitality melakukan survei tempat kerja yang baru dirilis di empat negara. Hasilnya, mereka menemukan karyawan Malaysia terlalu banyak bekerja keras, tertekan, menjalani gaya hidup tidak sehat, dan akibatnya mengalami masalah kesehatan dan kehilangan produktivitas.
Dilansir dari Asia One, Sabtu (18/11), survei tersebut juga menyatakan Malaysia memiliki 56 persen pegawai yang kurang tidur, yakni hanya tujuh jam per malam.
Karyawan Malaysia juga melaporkan 64 persen kurang melakukan aktivitas fisik, yaitu hanya 150 menit dalam seminggu.
Karena stres tinggi dan gaya hidup yang buruk, 84 persen karyawan mengalami setidaknya satu jenis kondisi gangguan tulang, sementara 53 persen berisiko mengalami masalah kesehatan mental.
Survei tersebut menghubungkan kesehatan dan kesejahteraan karyawan yang buruk dengan kerugian besar bagi produktivitas perusahaan.
Di Malaysia rata-rata biaya tahunan untuk absensi dan izin karena sakit per perusahaan diperkirakan sebesar RM2,7 juta atau Rp 11 miliar.
Di antara empat negara yang disurvei, karyawan Malaysia tercatat memiliki jumlah absensi tertinggi kedua pada 67 hari dalam setahun, setelah Hong Kong.
Survei ini melibatkan total 5.369 karyawan dari 47 perusahaan.
Secara keseluruhan survei ini meliputi Australia, Hong Kong, Malaysia dan Singapura, melibatkan 214 perusahaan dan 10.001 karyawan.
Agen Domino - Sebanyak 1.162 karyawan dari Singapura memiliki jam kerja yang panjang, namun responden melaporkan sedikit tekanan dibandingkan dengan yang dilaporkan di tiga negara lainnya.
Survei tersebut mencatat, Singapura memiliki budaya kerja berjam-jam, dengan karyawan yang mengaku mereka tidak mengonsumsi makanan yang seimbang atau melakukan olahraga yang cukup.
Beristirahat jauh lebih sulit bagi pekerja Singapura. Sekitar 14,3 persen orang Singapura kesulitan berolahraga.
Survei tersebut juga menyatakan ada beberapa kekhawatiran tentang tingkat stres di tempat kerja di Singapura dan pola tidur yang buruk di antara karyawan, dan 51 persen responden mengatakan mereka tidur kurang dari tujuh jam semalam.
